Kepala Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina mengatakan bahwa tahun kedua resesi dan penurunan harga minyak terendah serta nilai kurs mata uang Rusia tidak mendukung dilakukannya pelonggaran kebijakan. Ia juga mencatat bahwa ekspektasi inflasi masih tetap tinggi.
Namun, bank sentral dapat memperketat kebijakan moneter jika risiko inflasi meningkat.
"Bank sentral semakin memperketat kebijakannya meski ruble menguat," Yury Tulinov, kepala penelitian di Societe Generale unit Rosback PJSC di Moskow mengatakan.
"Meski pasar keuangan dan komoditas semakin stabil dan inflasi melambat, namun risiko inflasi tetap tinggi," bank sentral mengatakan.
Meskipun pertumbuhan harga melambat selama enam bulan, indikator masih dua kali lebih tinggi dari target sebesar 4%.