Meski dilanda krisis, Rusia tetap mengampunkan utang

Rusia selalu mengambil keputusan yang berbeda dengan dunia Eropa yang pragmatis. Kali ini, Rusia membingungkan semua pihak dengan aksi kedermawanan. Rusia setia dengan tradisinya "memaafkan" utang milyaran ruble untuk "temang-temannya". Negara-negara kaya dan maju kebingungan dengan keputusan politik ini. Ekonomi Rusia yang bermasalah terkena imbas negatif jatuhnya hanya minyak, gejolak mata uang nasional, performa buruk seluruh sektor ekonomi, dan sanksi ekonomi yang berkepanjangan. Ekonomi Rusia selama dua tahun berturut-turut menghadapi resesi. Lembaga pemeringkat kredit internasional dan institut penelitian terkemuka memberikan perkiraan yang suram untuk jangka menengah. Saat ini, Rusia menghapuskan 90% utang Kuba dan Korea Utara dan memaafkan utang Mongolia hampir seluruhnya. Selain itu, Rusia menghapuskan 95% utang-utang di era Soviet milik Republik Uzbekiztan yang merupakan negara eks Soviet.

Kremlin mencapai kesepakatan dengan presiden Uzbekiztan di akhir 2014 sebagai bagian dari perjanjian untuk memperkuat hubungan ekonomi antara negara-negara eks Soviet. Isu yang paling penting untuk Uzbekiztan adalah utang sebesar 889,3 juta dolar yang diberikan oleh Rusia di 1992-1993. 500 juta dolar adalah jumlah pinjamannya dan sisanya adalah bunga pinjaman. Yang menarik, pemerintah Uzbekiztan sebelumnya selalu mengklaim beberapa miliar dolar dari Diamond Fund, yang merupakan milik Uni Soviet.