Skandal kebocoran data yang dikenal sebagai Panama Papers sepertinya telah merebut headline untuk waktu yang lama. Hal itu tidak mengejutkan mengingat partisipan skema offshore yang tersebar di seluruh dunia. Para elit dari negara-negara terbesar kebetulan berada dalam investigasi jurnalis. Yang menarik, hampir tak ada orang Amerika dalam daftar tersebut.
Meskipun demikian, presiden negara dengan ekonomi paling terkemuka di dunia tidak membiarkan situasi tersebut tanpa komentar. Barack Obama percaya bahwa manipulasi offshore yang dibongkar oleh pada jurnalis dengan jelas menunjukkan masalah skala besar dengan menghindari pembayaran pajak. Ketiadaan orang Amerika di Panama Papers dapat dijelaskan dengan fakta bahwa mereka pernah menggunakan jasa perantara asal Panama tersebut pada 1980, dan kini mereka beralih kepada organisasi finansial yang lebih kuat. Obama menyatakan bahwa isu ini akan ditangani.
Satu hal yang umum ditemui pada seluruh nama dalam Panama Papers adalah kekayaan. Pekerja kelas menengah tidak akan mampu menghindari pajak dengan cara seperti itu. Sang Presiden telah meminta Kongres untuk mempercepat penerapan reformasi pajak dan menutup celah yang ada sekarang.