Cina mengisi cadangan minyak mentah dengan harga murah

Cina mengikuti aturan sederhana dalam membeli yaitu membeli pada saat harga murah dan secara substansial meningkatkan volume impor minyak mentah. Setiap orang menyadari penurunan harga minyak yang terus berlanjut, bahkan meskipun mereka tidak berhubungan dengan pasar minyak atau pasar global. Meskipun demikian, tidak banyak dari mereka yang mengambil keuntungan dari berita tersebut, dan karenanya, Cina tampaknya menjadi salah satu dari yang sedikit itu.

Salah satu importir terbesar emas hitam memanfaatkan momen dan memutuskan untuk meningkatkan volume impor. Desember lalu, impor minyak mentah Cina mencapai rekor tertinggi 7,82 juta barel per hari. Secara total, hampir 33,2 juta ton minyak dikapalkan ke tangki-tangki penyimpanan Cina dalam sebulan terakhir, yang jauh melampaui perkiraan para analis. Jumlah impor minyak tahunan mencapai rekor tertinggi sejumlah 335 juta ton. Otoritas Cina terus mengisi tidak hanya tangki komersial namun juga cadangan minyak strategis. Jika Cina terus membeli minyak dengan laju seperti sekarang ini, mereka tentunya akan melewati Amerika Serikat sebagai importir minyak terbesar di dunia.

Para ahli mengatakan tidak ada yang aneh tentang ini dan mengaitkan kenaikan tersebut dengan dua faktor. Pertama, hal tersebut terjadi karena adanya ketertarikan yang meningkat dari penyulingan minyak independen untuk memperbanyak cadangan ditengah harga minyak global yang menurun. Kedua, permintaan tersebut didorong oleh kebijakan pemerintah untuk meningkatkan cadangan minyak strategis dan menciptakan tangki penyimpanan cadangan di bawah tanah. Prediksi dari China Petroleum and Chemical Industry Association menyatakan bahwa permintaan nasional untuk minyak mentah tampaknya akan meningkat 5 persen lagi.