Emas dapat turun di bawah 1.200 dolar per ounce

Menurut Thomson Reuters, harga emas akan turun karena permintaan yang lebih tinggi di pasar Asia dan potensi menguatnya dolar AS. Harga logam berharga ini akan turun di bawah 1.200 per ounce dimana sejak awal tahun ini emas naik lebih dari 15% mencapai 1.240 dolar per ounce.

Para analis berpendapat bahwa pertumbuhan yang terlihat sejak awal 2016 akan berlangsung singkat karena rally di pasar menurun. Investor memperkirakan Federal Reserve AS akan memperketat kebijakan moneter, dimana hal ini dapat menyebabkan penguatan nilai dolar AS terhadap mata uang utama lainnya. Hasilnya, emas yang berdenominasi dolar akan turun.

Satu lagi faktor kunci yang mempengaruhi harga emas adalah perlambatan pasar Asia yang dimulai sejak 2015. Sebagai contoh di Tiongkok, permintaan emas diluar pembelian bank sentral turun 7% menjadi 867 ton per tahun. Permintaan dunia untuk emas turun 2% di 2015 menjadi 4100 ton, pada saat yang sama, volume pertambangan emas naik 1% menjadi 3158 ton. Produksi perhiasan emas turun 3% menjadi 2200 ton.

Pada saat yang sama, para ahli berpendapat bahwa potensi jatuhnya harga emas bukanlah alasan untuk menjual aset. Investasi emas selain investasi portofolio adalah pilihan yang tepat untuk memastikan diversifikasi investasi.