European Central Bank sedang memeriksa isu penghentian sirkulasi uang kertas pecahan 500 euro. Uang pecahan tersebut dianggap digunakan secara luas oleh penjahat keuangan dan teroris; jadi ECB sedang mengajukan untuk menghentikan uang kertas berwarna ungu tersebut. "Kami dengan aktif mempertimbangkan pertanyaan tersebut dan akan segera mengambil keputusan," kata anggota dewan eksekutif Benoit Coeure. Sang politisi tersebut juga berkata bahwa otoritas semakin curiga bahwa uang pecahan tersebut digunakan untuk tujuan ilegal, "pendapat yang tidak dapat kita tidak hiraukan karena pentingnya melawan pencucian uang dan pendanaan terorisme," lapor EUbusiness.
Dengan alasan ini, pendapat yang menyatakan uang pecahan 500 euro harus dipertahankan menjadi tidak meyakinkan. Bahkan Bundesbank sepakat untuk mendukung inisiatif tersebut. Meskipun demikian, orang Jerman paling menentang ide tersebut. Orang Jerman yang pragmatis masih memilih membayar dengan uang tunai. Ada opini bahwa perang melawan terorisme hanya menyembunyikan alasan sebenarnya yaitu menghapuskan uang tunai.
Meskipun begitu, keputusan mengenai hal tersebut tidak akan diambil setidaknya hingga Maret. Sementara itu, para pendukung memiliki waktu untuk meyakinkan penduduk UE bahwa tindakan seperti itu tidak diperlukan. Sebelumnya Jens Weidmann, presiden Bundesbank Jerman mengatakan, "Akan fatal akibatnya jika diskusi mengenai penghapusan uang pecahan 500-euro atau pembatasan pembayaran tunai akan menimbulkan kesan pada publik bahwa uang tunai sedang ditarik, tahap demi tahap."