Pimpinan OPEC membuka peluang untuk menghidupkan kembali pembicaraan pembekuan produksi

Presiden OPEC sekaligus Menteri Energi dan Industri Qatar Mohammed bin Saleh Al-Sada mengatakan ia tidak mengesampingkan peluang dilanjutkannya negosiasi untuk menetapkan batas atas produksi minyak, Associated Press melaporkan Selasa 24 Mei. Ia memperingatkan bahwa pasar global membutuhkan harga minyak setidaknya $65 per barel. Menurut pemimpin kartel 13 negara produsen minyak tersebut harga ini lebih seimbang.

Al-Sada menjelaskan bahwa penurunan harga minyak baru-baru ini menyebabkan penurunan investasi, dengan begitu mengancam arus suplai masa depan yang stabil.

Pada saat yang sama, Al-Sada menunjukkan bahwa harga di pasar komoditas semakin meningkat. "Pasar minyak pulih denagn lambat. Namun, fundamental menunjukkan arah pertumbuhan yang tepat," Al-Sada mengatakan.

Babak pembicaraan selanjutnya antara negara-negara anggota OPEC dan eksportir minyak non OPEC dijadwalkan pada 2 Juni. Para pertemuan sebelumnya di Doha pada 17 April, perjanjian pembekuan produksi minyak gagal dicapai. Iran memutuskan untuk tidak mengirimkan perwakilannya ke rapat di Doha. Menurut Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zangeneh dalam sebuah pernyataan, Iran tidak berniat untuk menandatangangi rencana pembekuan produksi, jadi "kehadirannya dalam rapat tidak wajib."

Pada 20:30 GMT, Brent diperdagangkan di $48,9 per barel pada bursa London ICE Futures Europe Exchange. Minyak mentah acuan Amerika Utara WTI naik 1,5% ke $48,79 per barel