Pada 2015, CEO dan pendiri Theranos Elizabeth Holmes memuncaki daftar Forbes' America's Richest Self-Made Women dengan kekayaan bersih mencapai $4,5 miliar. Namun, tahun ini Forbes telah mengurangi estimasi kekayaan bersihnya hingga menjadi hampir nol dolar.
Estimasi kekayaan Holmes seluruhnya didasarkan pada 50% sahamnya di Theranos, perusahaan pengujian darah. Saham Theranos tidak diperdagangkan di bursa saham manapun. Jadi nilai perusahaan tersebut dihasilkan melalui investasi. Forbes mencatat bahwa selain nilai perusahaan tersebut, terlalu banyak hal tentang Theranos yang tidak diketahui.
Forbes berbicara pada penanam modal, analis, dan ahli industri dan menyimpulkan bahwa nilai Theranos yang lebih realistis tidak melebihi $800 juta. Nilai tersebut mencakup properti intelektual dan investasi sebanyak $724 juta yang dikumpulkan perusahaan tersebut. Itu juga merepresentasikan beragam penjualan perusahaan tersebut, yang diketahui Forbes dari sebuah sumber yang mengetahui keuangan Theranos.
Dengan penilaian serendah itu, saham Holmes secara virtual tidak bernilai. Investor Theranos memiliki saham preferred. Itu artinya mereka akan menjadi yang pertama dibayar apabila Theranos dijual atau bangkrut. Elizabeth Holmes, yang memiliki saham common, tampaknya tak dapat menarik apapun dari $800 juta tersebut.
Pada akhir 2015, The Wall Street Journal menemukan ketidaksesuaian diantara estimasi ahli dan angka mencurigakan sebesar $9 miliar yang tampaknya dirilis oleh investor swasta.