Perpecahan Antara Merkel Dan Hollande Semakin Dalam

Hubungan antara Angela Merkel dan Francois Hollande semakin tegang. Sebelum Francois Hollande menjadi Presiden Perancis, semua keputusan yang berhubungan dengan Zona Euro yang tengah dilanda krisis dibuat oleh Nicolas Sarkozy sesuai dengan Kanselir Jerman. Namun, kini dengan Presiden Perancis yang menganut ideologi sayap kiri, prospek hubungan antara kedua negara tersebut terlihat suram.
Pandangan kedua politikus ini terhadap perkembangan Zona Euro sangatlah jauh seperti kutub utara dan selatan. Philip Whyte, peneliti senior di Pusat Reformasi Eropa di London, mengatakan bahwa Francois Hollande tetap pada indeologi sayap kiri, namun Angela Merkel merupakan seorang sayap kanan sejati. Ia menambahkan bahwa Francois Hollande memiliki visinya sendiri pada vektor pengembangan Zona Euro yang harus diikuti. Mr Whyte yakin bahwa pandangan politik yang berbedsa dari dua pemimpin ini mendasari pertentangan antara Perancis dan Jerman yang diamati selama enam bulan terakhir.
Kanselir Jerman, negara dengan ekonomi terbesar Eropa, bertahan pada disiplin anggaran yang ketat dan penghematan di semua negara-negara UE. Namun, pendekatan seperti ini semakin kehilangan kepopulerannya - unjuk rasa terhadap kebijakan pemerintah yang ketat terus dilakukan di beberapa negara. Untuk Francois Hollande, ia telah berjanji akan mengalihkan fokusnya dari penghematan ke stimulus ekonomi. Ia juga memiliki pendapat lain dengan Angela Merkel mengenai reformasi institusi; Francois Hollande mendukung integrasi fiskal dan meluncurkan persatuan perbankan Zona Euro.
Waktu yang akan menunjukkan apakah ketegangan ini akan berlanjut memasuki 2013 atau tidak, namun krisis akan lebih mudah diatasi jika pemimpin Perancis dan Jerman mampu mencapai kata sepakat.