Kesuksesan di Olimpiade bergantung pada kesuksesan ekonomi

Sebuah analisis independen menunjukkan bahwa negara-negara kaya cenderung menunjukkan hasil yang lebih baik dalam kompetisi internasional. Inggris menjadi sensasi dalam olimpiade Rio 2016 dengan memenangkan 27 medali emas dan menempati posisi kedua dalam peraihan medali. Populasi negara-negara kaya biasanya dalam keadaan sehat dan pemerintah mereka dapat menginvestasikan lebih banyak dana dalam perkembangan olahraga.

Saat ekonomi sebuah negara dikelola dengan baik, pemerintah dapat memberikan perhatian lebih pada bidang-bidang seperti olahraga dan oleh karena itu memilih atlit-atlit menjanjikan dan menciptakan kondisi yang lebih baik untuk mereka. Inggris meningkatkan anggaran olahraganya hingga lima kali lipat, dari 50 juta pound menjadi 250 juta pound dalam periode 2000 sampai 2012. Perhitungan medali pun naik. Populasi dinilai sebagai kelebihan lain dalam pemburuan medali emas Olimpiade. Tampaknya, lebih mudah menemukan bintang olahraga masa depan di negara-negara berpopulasi lebih besar.

Namun, ukuran populasi tidak menjadi masalah jika pemerintah tidak dapat memperhatikan warganya. India adalah negara dengan populasi penduduk terbesar kedua di dunia, namun hanya mengoleksi 2 medali (perak dan perunggu) di Olimpiade Musim Panas 2016. Sementara itu, Selandia Baru yang populasi penduduknya mencapai 4,6 juta orang, berhasil memenangkan 18 medali, termasuk 4 medali emas. Kesimpulannya, kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat menghasilkan kesuksesan di ekonomi dan juga Olimpiade.