Pada rapat yang berlangsung di Hangzhou, China, 20 pimpinan ekonom terkemuka memahami bahwa reformasi struktural dan pemulihan dari perdagangan global merupakan suatu hal penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi global. The Wall Street Journal mengutip Presiden China Xi Jinping seperti yang dinyatakan pada konferensi berita setelah pertemuan G-20 pada 5 September silam. Xi Jinping menyatakan bahwa saat ini langkah kebijakan moneter tidak cukup untuk menyanggah perekonomian global. Dengan mengutip Presiden China, para pimpinan G20 memutuskan untuk menggunakan instrumen pinjaman dan fiskal bersamaan dengan reformasi struktural. Selain itu, mereka berjanji akan merevisi perjanjian perdagangan internasional yang tidak disepakati dan meningkatkan investasi. Presiden China mencatat bahwa peserta mencapai konsensus luas pada kebijakan ekonomi global mendatang. China memilih Hangzhou, sebuah kota bersejarah, sebagai lokasi rapat dua hari oleh para 20 pimpinan politik yang berpengaruh. Tema rapat tahun ini adalah "Menuju Ekonomi dunia yang inovatif, kuat, saling berhubungan dan inklusif".