UE dan Inggris: Siapa yang merugi lebih banyak karena Brexit?

Kejadian yang begitu menarik seperti Brexit menimbulkan berbagai pembicaraan. Beberapa pundit menilai kemungkinan pengaruhnya, dan beberapa lagi berminat untuk menghitung kemungkinan kerugian yang akan diderita kedua pihak. Para spesialis pada lembaga peneliti Civitas menyimpulkan bahwa perusahaan-perusahaan di Uni Eropa akan kehilangan 8 miliar pound lebih banyak dibandingkan perusahaan-perusahaan Inggris.

Para spesialis menyebutkan beberapa faktor. Contohnya, perusahaan-perusahaan UE dapat menanggung beban pajak barang yang menuju ke Inggris sebesar 12,9 miliar pound, sementara perusahaan-perusahaan Inggris hanya akan menanggung biaya pajak untuk barang-barang yang dijual ke UE sebesar 5,2 miliar pound. Secara umum, sentimen di Inggris tampaknya lebih optimistis dibandingkan sentimen di UE. Menurut menteri transportasi Inggris, Chris Grayling, "Tidak ada seorangpun di daratan Eropa yang memperoleh keuntungan dari pengurangan kemampuan berdagang dengan Inggris Raya." Sang pajabat menambahkan, "Ini sebabnya saya selalu yakin bahwa kami akan memperoleh fasilitas perdagangan bebas pajak, kami akan merancang perjanjian dagang yang masuk akal, karena apabila ini terjadi akan menguntungkan kedua belah pihak."

Namun, pada kenyataannya, keadaan tidak sebaik yang diharapkan para pejabat Inggris. Bank-bank global terbesar berencana untuk meninggalkan negara tersebut pada tahun depan. Untuk pertama kalinya sejak 2009, Inggris keluar dari lima besar negara yang paling menarik untuk investasi. Brexit akan merugikan ekonomi negara tersebut sebesar mulai 38 hingga 66 miliar pound per tahun selama 15 tahun.