Menurut surat yang dirilis oleh Gedung Putih, bagian administrasi Presiden Obama memohon dana sebesar 5.8 Miliyar Dollar AS kepada Pentagon yang akan digunakan untuk operasi militer di Afghanistan dan memerangi militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Selain itu, mereka juga memohon dana sebesar 5.8 Miliyar Dollar AS lagi kepada United States Agency for International Development (USAID) sebagai tahun fiskal 2017.
Permohonan ini diajukan saat masa 'lame-duck' yaitu masa dimana seorang pemimpin mendekati akhir masa jabatannya sementara pimpinan penerusnya sudah terpilih namun belum disahkan, sebelum kongres berlangsung pada bulan Januari.
"Bagi Departemen Pertahanan, rencana ini setianya mencerminkan sifat berkembang dari kampanye militer kami melawan ISIL dan upaya kami di Afghanistan." ujar Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Ash Carter. Pejabat tinggi disana juga menegaskan bahwa suntikan dana maka akan memungkinkan Departemen Luar Negeri dan USAID untuk melawan kaum ekstrimis.