Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa Arab Saudi mungkin akan terus melanjutkan untuk menjual saham-saham perusahaan minyak raksasa Saudi, Aramco, di New York. Pada saat itu, kerajaan tersebut sedang mencari-cari pertukaran untuk salah satu IPO terbesar dalam sejarah. Namun demikian, berbicara dalam sebuah konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, Adel al-Jubeir mengatakan keputusan akhirnya belum dibuat.
Menurut Bloomberg, pemerintah Saudi berencana untuk menjual saham "kurang dari 5 persen" di Saudi Arabian Oil Co. pada tahun 2018 di dalam kerangka kerja dari rencana Deputi Putera Mahkota kerajaan tersebut, Mohammed bin Salman, untuk menciptakan dana investasi kedaulatan terbesar di dunia serta untuk mengurangi ketergantungan perekonomian pada minyak.
Adel al-Jubeir juga mengatakan bahwa Arab Saudi tidak memiliki rencana untuk memangkas investasi di Amerika Serikat, namun akan terus berinvestasi pada basis reguler. Menteri tersebut tidak menyangkal adanya risiko, namun mengulangi bahwa tujuan dari kerajaan tersebut adalah untuk meningkatkan bukan untuk mengurangi investasi.
Baru-baru ini, menteri Arab Saudi mengunjungi AS untuk memperhitungkan posisi kepemerintahan AS terbaru di bawah Donald Trump dan untuk mulai meyakinkan para pembuat kebjiakan di AS untuk membuat amandemen terhadap Justice Against Sponsors of Terrorism Act (JASTA).
Justice Against Sponsors of Terrorism Act (JASTA) adalah sebuah RUU yang disetujui oleh Kongres AS yang mengesahkan perkara hukum oleh masyarakat Amerika terhadap pemerintah Arab Saudi terkait serangan terorisme pada 11 September 2001. Ketegangan yang disebabkan oleh RUU JASTA diperparah oleh penghentian penjualan senjata ke Arab Saudi karena kekhawatiran terhadap adanya korban sipil di Yemen. Menariknya, Kongres AS menyetujui RUSS 9/11, menentang hak veto Presiden AS Barack Obama.