Negara-negara ekspor utama dunia tertarik menurunkan suku bunga. Rusia, Jepang, dan euro area menekan peningkatan mata uang mereka untuk mendukung ekspor. Pemerintah India juga mempertimbangkan masalah ini dengan serius.
Sepanjang tahun 2016 rupee hanya turun 2,7%, dibandingkan dengan dolar AS. Oleh karena itu, mata uang India dapat dianggap stabil. Selain itu, menurut Bank for International Settlements (BIS), sejak akhir 2013 hingga 2016 terdapat kenaikan 16% pada nilai tukar mata uang. Pemerintah India tidak puas dengan tujuannya. "Reserve Bank of India tidak akan menyetujui kenaikan terus-menerus dari kurs il dalam beberapa bulan, karena akan mengakibatkan penurunan kemampuan persaingan ekspor dan berakibat menghambat pertumbuhan ekonomi," ahli di Deutsche Bank mengatakan. Para ekonom yakin bahwa otoritas akan menghentikan pertumbuhan kurs rupee lebih lanjut. Nilai mata uang yang tinggi akan menurunkan pertumbuhan ekonomi, dan berpengaruh buruk pada ekspor.
Beberapa ahli yakin bahwa ditengah ekspektasi US Fed untuk meningkatkan suku bunga acuan, yang tentunya akan mengangkat kenaikan dolar AS, Reserve Bank of India akan mencari kemungkinan untuk meningkatkan cadangan forex dan menurunkan mata uang nasional.