Trader Mengantisipasi Penurunan Tajam Pada Pound Inggris

Pound sterling Inggris dapat mencatatkan penurunan sognifikan melawan mata uang utama, inancial Times menyatakan, mengutip sumber anonim di antara para trader dan hedge fund managers. Berdasarkan pada mereka, pound dengan jelas sepertinya dalam resiko mengikuti yen yang telah turun sebesar 12% melawan dolar AS sejak November lalu.
Yen memulai penurunan karena usaha pemerintah Jepang untuk melawan deflasi. Yen yang lebih murah dapat membantu manufakturer lokal yang berorientasi pada ekspor penerimaan profit tambahan. Sangat penting untuk perusahaan Jepang sebagai hasil dari 2011-2012 banyak dari mereka mencatat penurunan.
Di Inggris Raya pound sterling dalam tekanan ekspor yang lemah, level rendah produksi industri dan pemotongan pengeluaran pemerintah berlangsung dalam waktu yang lama. Hedge funds memberikan perhatian pada fakta lainnya juga: Sir Mervyn King, gubernur Bank Inggris, dijadwalkan akan mundur dari posisinya pada bulan Juni 2013. Dia akan digantikan oleh kepalan Bank Kanada saat ini Mark Carney, yang dikatakan berkeinginan untuk bersiap dengan inflasi yang relatif tinggi yang disebabkan oleh dukungan pertumbuhan ekonomi negara.
Ekspektasi perubahan yang signifikan pada nilai tukar sterling telah mempengaruhi harga pasar global. Untuk perbandingan: pada akhir bulan Januari tingkat nilai tukar antara pound dan dolar AS 1.58, sementara pada pertengahan bulan Februari didasari 1.55.
Saat ini trader memberikan perhatian khusus untuk perubahan pada nilai tukar mata uang pada pasar karena berbagai program asisten untuk perekonomian lokal dari pemerintah memberikan cakupan untuk spekulasi mata uang. Hingga, media AS melaporkan pada awal bulan Februari bahwa George Soros berhasil menaikan hampir $1 milyar taruhan melawan yen.