Dalam wawancaranya di radio Jerman Deutschlandfunk, Michael Fuchs, Wakil pimpinan Serikat Demokrasi Kristen (Merkel's Christian Democratic Union), menyebutkan bahwa Perancis „anak yang bermasalah di euro” dan menambahkan bahwa “Perancis harus mengerjakan pekerjaan rumahnya”.
Wakil Ketua partai Merkel mengatakan pemerintah Perancis harus membatalkan 35-jam minggu kerja, karena negara Jerman menghabiskan waktu bekerja 40 jam mingguan, sementara di Swiss minggu kerja berlansung 42 jam.
Selain itu, Fuchs merencanakan sistem pensiun di Perancis menyarankan pensiun pada usia 60 adalah tidak masuk akal.
Dia menekankan bahwa „negara-negara lain telah mengerjakan pekerjaan rumahnya jauh lebih intensif - contohnya, Spanyol dan Italia di bawah Monti, namun Perancis yakin mereka dapat keluar dari hal ini“.
Minggu ini kebijakan sosial diterapkan di Perancis dikritisi oleh Ketua Titan International Inc, Maurice Taylor. Kepala ban raksaksa tersebut menuliskan surat kepada Menteri Pembaruan Industri, Arnaud Montebourg, yang sebelumnya telah menawarkan Mr Taylor untuk mempertahankan pabrik Goodyear yang sedang beroperasi di Amines.
Surat berpolemik dari CEO Titan International Inc menegur pemerintah karena enggan mendukung bisnis diterbitkan pada surat kabar Perancis Les Echos. Mr Taylor juga mengutuk pengaruh perserikatan pekerja membiarkan pekerja dan produktivitas tenaga kerja yang rendah di Perancis. “Tenaga kerja Perancis menerima upah yang tinggi, namun hanya bekerja tiga jam. Mereka mendapatkan satu jam istirahat dan makan siang, berbicara selama tiga jam dan bekerja selama tiga jam," dia menuliskan.
Jadi, CEO Titan International Inc menolak untuk membiayai pabrik Goodyear dengan peryanyaan retoris: „Sebodoh apa anda pikir kami ini?” “Titan akan membeli perusahaan ban Cina atau India, membayar kurang dari satu euro per jam dan mengirimkan semua ban yang dibutuhkan oleh perancis,” dia menambahkan.
Montebourg menolak untuk memberikan komentar terhadap surat Taylor dan mengatakan bahwa dia tidak ingin “merugikan kepentingan Perancis”.