Partai anti-euro muncul di Jerman

Aktivis Eurosceptic Jerman membentuk sebuah partai di bawah nama “Alternatif untuk Jerman”, mengkampanyekan keluarnya Jerman dari blok mata uang.
Eurosceptic Jerman mengklaim bahwa tidak ada partai di Bundestag mengemukakan keanggotaan Jerman di Uni Eropa, Namun masalah ini sangat topikal saat ini. Poinnya adalah bahwa Jerman merupakan panutan untuk perekonomian Eropa, dan, pada kenyataannya, Jerman mengeluarkan sepuluh dari ribuan euro menarik bersama-sama negara-negara daerah Selatan.
Partai yang baru didirikan ini akan mengadakan rapat pertamanya di Frankfurt pada Main dalam beberapa hari ke depan untuk menentukan pemimpin.
Seperti yang dikatakan pada situs asosiasi politikal baru, mengadopsi euro di Jerman merupakan “kesalahan fatal”. Pendiri partai, seorang ekonom yang sangat terkenal di Jerman, seorang pengacara dan pebisnis, meminta pengembalian negara ke mata uang nasionalnya ataupun menciptakan perserikatan baru yang hanya meliputi negara-negara tahan secara ekonomi seperti Finlandia, Austria, dan Belanda. Pada waktu yang bersamaa, partai mengakui bahwa Uni Eropa benar-benar efisien dan mendukungnya.
Alternatif untuk anggotaJerman dapat juga membawa keuntungan jika Angela Merkel menerima ketentuan yang menyakitkan dari bailout lain untuk Yunani. Mereka sangat yakin yang menjamin uang hitam (black money) Russia di Bank Cypriot akan menjadi kesalahan yang besar.
Berdasarkan beberapa survei, sekitar seperempat warga Jerman akan sangat senang mendapatkan Deutschemark kembali, jadi koalisi politika yang baru akan mendapatkan banyak dukungan dari banyak rekan senegaranya.
Eurosceptics Jerman telah membuat beberapa usaha untuk mempengaruhi situasi, namun mereka akan gagal mendapatkan respon respon dari masyarakat sebagai ide-ide nasionalisme yang dianjurkan di Jerman. Namun, Jerman perlu merevisi prioritas di bawah tekanandari Krisis Zona Euro dan bagian negara mereka berperan di dalamnya. Sementara itu, tak ada apapun kecuali enam bulan yang tersisa hingga pemilu Bundestag yang akan datang.