Alasan cuaca yang tidak normal telah terungkap

Para peneliti Amerika telah mengetahui bahwa cuaca yang tidak normal disekitar bumi disebabkan oleh perubahan daerah Kutub Utara. Pada konferensi pers yang diselenggarakan minggu lalu, mereka mengeluhkan cuaca dingin yang aneh dan cuaca yang sangat terik di belahan bumi bagian Utara pada pemanasan kutub. Mereka berfikir bahwa hujan salju yang lebat, hujan dan panas terik yang tak tertahankan disebabkan oleh es dari kutub yang mencair.
Menurut Stephen Vavrus, ilmuan senior pada Nelson Institute for Environmental Studies di University of Wisconsin, saat es dari laut di Kutub Utara mencair, laut menyerap banyak energi surya, yang mengakibatkn suhu yang lebih panas diatas permukaan air. Akibatnya, ada aliran udara yang kuat bertiup dari barat ke timur, yang menimbulkan arus air laut.
"Hal tersebut pada dasarnya membantu mendinginkan permukaan daratan saat musim dingin dan menimbulkan salju, cuaca lebih dingin dan bahkan jauh lebih dingin," ungkap Mr Vavrus.
Beberapa ilmuwan yakin bahwa es di laut Kutub Utara mencair lebih lambat dari dugaan. Kutub Utara mungkin akan menghadapi penurunan total pada es dimusim panas tahun 2020. Pada musim panas yang lalu, tingkat es Kutub Utara berubah menjadi yang paling rendah menurut catatan satelit.
"Saat ini kami sedang dalam proses pembentukan wilayah baru di Kutub Utara," David Titley, Wakil Sekretaris Operasi di National Oceanic and Atmospheric Administration, mengumumkan.
Professor John Beddington, Kepala Penasehat Ilmiah Pemerintah Inggris, memperingatkan bahwa "Cuaca yang ekstrim" seperti hujan lebat, hujan salju yang berkepanjangan, badai dan angin topan cenderung menjadi sebuah norma, sehingga kita harus menyesuaikan terhadap fenomena alam ini.