Para pejabat tinggi dari negara Afrika mengajukan tuntutan terhadap Michel Djotodia, pemimpin baru dari Central African Republic. Pada akhir Maret, pemberontakan yang dipimpin Michel Djotodia merebut kekuasaan di ibukota danmenyatakannya sebagai presiden.
Dia membubarkan parlemen dan menunda konstitusi, diikuti oleh rapat darurat yang diselenggarakan oleh sepuluh negara-negara Central Africa. Rapat tersebut menghasilkan sebuah deklarasi yang menyatakan bahwa negara-negara ini tidak mengakui Michel Djotodia sebagai presiden CAR. Badan perwakilan dari negara-negara Afrika menyerukan bahwa pemerintahan sementara akan ditetapkan dan pemilihan umum akan dilaksanakan pada Central African Republic.