Selama sesi trading pada 15 April, harga emas turun 9% dan mencapai dibawah batas psikologis dari $1.400 per troy ons. Berdasarkan dari grafik harga emas yang ditunjukkan pada website CME Group, emas turun serendah $1.355 per troy ons selama satu hari.
Penurunan harga ini merupakan yang terbesar sejak tahun 1983, USA Today mengatakan. Emas seharga $527 lebih rendah dibandingkan dengan ketinggian sepanjang waktu di tahun 2011. Sebagian besar dari penurunan terjadi selama dua minggu sebelumnya karena di awal 2013 harga emas berada di level $1.700.
Emas dianggap sebagai safe haven untuk para investor ditengah ketidakstabilan mata uang dan pasar saham. Selama tahun 2000-an emas berada pada permintaan yang kuat dari para investor, dengan demikian akan memungkinkan harganya naik secara terus-menerus. Di tahun 2000 harga logam mulia berada sekitar $250 per troy ons.
Penjualan emas yang meluas dapat dianggap sebagai tanda dari keyakinan para investor yang lebih lemah pada emas karena safe haven dan permintaan kuat untuk aset yang kurang beresiko. Namun, menurut USA Today, penjualan emas dimulai setelah adanya berita mengenai penurunan pertumbuhan ekonomi Cina. Kenyataan ini telah meningkatkan perhatian mengenai penurunan dalam permintaan emas pada perekonomian kedua terbesar didunia.
Selain itu, emas telah digunakan sebagai perlindungan nilai terhadap inflasi. Sejauh ini pertumbuhan ekonomi global mengalami penurunan, para investor lebih khawatir mengenai deflasi, daripada inflasi. Oleh karena itu mereka cenderung tidak berinvestasi pada emas.
Saham emas turun ditengah turunnya harga emas batang. Dengan demikian, saham New Gold AS turun 15,1% dan Kinross Gold Corporation turun 13,92%. Secara keseluruhan, S&P 500 turun 2,3%.