Pemerintah Cina telah menandatangi perjanjian perdagangan bebas dengan Islandia. Pengumuman ini dibuat oleh Kementerian Luar Negeri Islandia dalam rilis persnya. Ini adalah perjanjian pertama Cina dengan sebuah negara Eropa.
Menteri Luar Negeri Islandia Ossur Skarphéoinsson dan Menteri Perdagangan Cina Gao Hucheng menandatangani perjanjian tersebut saat kunjungan Perdana Menteri Johanna Sigurdardottir ke Cina. Kedua pihak berharap bahwa keputusan bersama ini akan membantu untuk mengurangi biaya barang.
Cina dan Islandia membangun hubungan diplomatik di 1971 dan perundingan panjang untuk mencapai perjanjian perdagangan bebas ini memakan waktu hingga enam tahun. Islandia tengah berusaha untuk meningkatkan kembali laju pertumbuhan ekonomi seperti sebelumnya setelah krisis ekonomi di 2008 yang mengakibatkan tiga bank terbesar Islandia mengalami keadaan gagal bayar utang (default) sebesar $85 miliar.
Bloomberg mengatakan bahwa Islandia memiliki harapan besar untuk menjual teknologi dan keahlian dalam energi geothermal ke Cina. Jenis energi ini memungkinkan negara tersebut untuk memenuhi seperempat kebutuhannya. Pada akhirnya, Reykjavik ditargetkan untuk mendiversifikasikan ekspornya ke Cina. Hari ini, produk-produk laut meliputi 90 persen ekspor Islandia ke Cina.
Di 2012, penjualan produk-produk Islandia di Cina naik ke 7,6 miliar kronur ($64 juta). Sebagai perbandingan, rata-rata ekspor bulanan sekitar 50 miliar kronur tahun lalu. Impor dari Cina ke Islandia sebesar 42,6 miliar kronur.