Para produsen emas mengalami penutupan tambang atau penutupan perusahaan setelah terjadinya penurunan logam terburuk dalam tiga dekade.
Berdasarkan Bloomberg, Barrick Gold Corp. (ABX) dan Newmont Mining Corp., dua produsen terbesar dunia, berada di antara perusahaan-perusahaan FTSE Gold Mines Index (FTMIGMI) yang telah mengalami kerugian dengan jumlah seluruhnya $169 milyar pada nilai pasar sejak emas batangan mencapai puncaknya pada tahun 2011.
Hal yang sama juga terjadi di perusahaan pertambangan emas sejati Rusia. Di Bursa Moscow, Saham Polyus Gold telah turun ke 976 rubel per saham pada tanggal 18 April. Walaupun di tahun 2011 harganya sebesar 1,900 rubel. Sehingga penurunan total sebesar 50%.
Bloomberg menyatakan ekuitas emas tengah trading di level emas yang relatif terendah setidaknya dalam 20 tahun setelah penurunan logam 13% sejauh ini di bulan April.
Penurunan emas ke harga penutupan $1,400 per ounce pada tanggal 15 April menjadikannya semakin dekat dengan rata-rata biaya produksi global sekitar $1,200 per ounce. Artinya banyak perusahaan menghasilkan keuntungan yang kecil atau mengalami kerugian.
Untuk bulan April harga emas telah turun 13%, sebagai hasil dari sesi trading, penurunan sebesar 9.3%, rekor 30-tahun.
Alasan mengapa trader menjual emas masih belum jelas. Sebagian khawatir akan perlambatakn pada pertumbuhan Cina, beberapa khawatir siklus super komoditas sedang berakhir, sedangkan yang lainnya menganggap harga emas sudah terlalu tinggi akibat ekuitas emas mengalami kenaikan beberapa kali selama dekade terakhir ini. Pada tahun 2000, harga emas berada di bawah $300 per ounce.