Pada 20 Mei perusahaan Amerika United Airlines kembali menerbangkan Dreamline Boeing 787 yang sebelumnya sempat dihentikan dikarenakan kegagalan teknis. Menurut Chicago Tribune, pesawat sarat penumpang dari Houston tersebut mendarat dengan selamat di bandara Chicago.
Daftar penumpang pesawat itu termasuk ketua perusahaan Boeing Jim McNerney dan chief engineer Dreamliner Mike Sinnet bersama dengan yang lainnya. Perwakilan dari United Airlines mengatakan bahwa, selain penerbangan domestik, Dreamliner akan membuat penerbangan internasional. Selain itu, pada akhir tahun perusahaan akan membeli lagi sebanyak dua model untuk pesawat ini. Hingga saat ini, armada United Airlines terdiri dari tujuh Dreamliner.
The United Airlines, yang hanya merupakan satu-satunya transportasi Amerika yang menggunakan Dreamliner, kembali menerbangkan pesawat ke udara setelah disetujui oleh Federal Aviation Administration. Ethiopian Airlines merupakan perusahaan pertama yang melanjutkan penerbangan Dreamliners pada akhir April. Berdasarkan pada AFP, perusahaan Jepang, yang merupakan pembeli Dreamliners terbesar di dunia, juga akan mulai menggunakan maskapai ini pada bulan Juni.
Pada Januari 2013 Dreamliners tidak diperkenankan terbang di Jepang, dan terakhir di AS dan Eropa setelah diketahui terdapat percikan api dari baterai lithium ion pada beberapa jet. Para ahli mesin dari Boeing tidak dapat mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut, namun pengembangan terbaru dari baterai dirancang untuk kemungkinan mengasilkan sedikit percikan api.