Fleksibilitas adalah dasar dari stabilitas

Euro kembali menanamkan kepercayaan diri pada dunia dan meningkatkan peringkat kredibilitas pada pasar finansial.
Saat berpidato pada pertemuan bankir di London tanggal 23 Mei, Presiden dari European Central Bank Mario Draghi mengumumkan bahwa negara-negara UE telah memperoleh hasil positif dalam menghilangkan konsekuensi dari krisis. "Kita bisa...mengatakan dengan yakin bahwa Perekonomian Economic and Monetary Union (EMU) kami merupakan persatuan yang lebih stabil saat ini dibandingkan dengan tahun lalu," ucap Draghi.
Menurut presiden ECB, meskipun situasi tersebut masih menjadi masalah sulit, karena statistik menunjukkan penurunan ekonomi dan peningkatan pengangguran, namun pasti ada hasil pertama. Mr. Draghi menunjuk pada tiga dari perekonomian Zona euro yang paling lemah - Irlandia, Spanyol dan Portugal - dengan mengatakan mereka telah membuat peningkatan yang "mengesankan" dalam kinerja ekspor mereka.
Jens Weidmann, Presiden dari Bundesbank, mengingatkan bahwa Jerman tidak dapat mendukung perekonomian UE sendirian. Ia juga mendesak Perancis untuk tetap berada pada peraturan defisit Uni Eropa dan meningkatkan daya saingnya. Selama kunjungannya ke Paris pada 23 Mei Weidmann mengingatkan para warga Perancis mengenai fleksibilitas yang terlalu banyak dalam masalah anggaran. Meskipun demikian kenyataannya adalah Perancis merupakan salah satu negara dengan perekonomian terkuat di Eropa, yang berhasil membuat beberapa kemajuan dalam pengurangan defisit strukturan, negara akan membutuhkan waktu dua tahun lagi untuk mendapatkan izin defisit sebesar 3% dari PDB.