Samurai Terakhir Menentang G8

Pihak otoritas Korea Selatan telah mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah Jepang. Perdana Menteri Korea Selatan menyerukan kepada negara-negara G8 untuk merespon konsekuensi-konsekuensi negatif dari langkah-langkah ekonomi yang diperkenalkan Shinzo Abe. Kebijakan moneter Negara Matahari Terbit tersebut menyebabkan jatuhnya nilai yen, yang menghasilkan ancaman yang lebih serius dibandingkan dengan ancaman militer dari Korea Utara. Mengingat ada lebih dari 10 perusahaan ekspor Korea Selatan yang bersaing dengan perusahaan Jepang, isu devaluasi yen semakin mendesak.
Menteri Keuangan Korea Selatan Hyun Oh Seok mengumumkan bahwa penurunan nilai yen berimbas pada perusahaan-perusahaan ekspor Korea Selatan. "Disengaja atau tidak, menurunnya nilai yen berdampak buruk pada pada persaingan negara-negara tetangga," ia mengatakan. "Saya berharap akan ada koordinasi internasional untuk mengatasi dampak dari penurunan yen."
Otoritas Korea Selatan berharap agar masalah ini dapat diatasi dengan jalan damai pada pertemuan puncak G8 di Irlandia Utara pada 17-18 Juni. Selain Menteri Keuangan Korea Selatan, pemerintah Jerman juga mengkhawatirkan penurunan nilai yen.