Starbucks Membayar Pajak ke Inggris untuk Pertama Kalinya Sejak 2008

Menurut The Guardian, retailer kopi terbesar dunia, Starbucks, telah membayar pajak perusahaan di Inggris untuk pertama kalinya sejak 2008. Pajak dikatakan sebesar 5 juta euro. Perusahaan telah membayarkan meskipun terdapat isu perusahaan tersebut sedang mengalami kerugian di Inggris. Starbucks juga akan membayar jumlah yang sama di pertengahan kedua tahun ini dan 10 juta euro tahun depan. Keputusan diambil seteelah kritik publik yang kuat dan juga dari legislatif. Dalam forum ekonomi dunia di Davos, Perdana Menteri David Cameron mendesak Starbucks untuk membayarkan pajak pemasukkan. Ia tidak menyertakan nama perusahaan, namun menunjukkan "wake up and smell the coffee."
Tahun ini, kedai kopi Starbucks telah dijaga oleh demonstran yang mengklaim perusahaan untuk mengehtikan penyalah gunaan pajak. Hal tersebut menyebabkan jumlahpengunjung menurun dan Starbucks mengalami kerugian.
Selama tiga tahun terakhir, perusahaan tersebut menghasilkan sekitar 3 milyar euro di Inggris, sementara itu tidak membayar sepeserpun pada Perbendaharaan. Korporasi transnasional lainnya bertingkah sama. Oleh karena itu, di tahun 2011 penjualan Amazon di Inggris senilai 3,8 milyar euro namun mereka hanya membayarkan 1,8 milyar euro dalam pajak korporasi.
Meskipun begitu, secara teknis Starbucks di Inggris tidak memperoleh profit apapun, perushaan mengubah penjualan melalui perizinan dan perjanjian suplai dengan rekan perusahaannya, contohnya, di Swiss dan Belanda dimana pajak lebih rendah. Hal yang sama benar bagi perushaan lain.
Di Inggris, masalah pembayaran pajak sedang banyak dibicarakan karena negara dipaksa untuk mengikuti kebijakkan penghematan untuk menghindari defisit anggaran yang meluas. Dalam keseluruhan pembayaran pada pajak profit yang dibayarkan oleh perusahaan besar di Inggris menurun sebanyak 21% selama 12 tahun terakhir.