Selama dua minggu berturut-turut Russia telah mengalami tekanan oleh perkiraan yang menunjukan penurunan pada ruble Russia. Namun, sangat sulit untuk mengintimidasi Russia, terutama apabila mereka yakin terhadap stabilitas mata uang nasional mereka dan tidak percaya pada prediksi apapun. Berdasarkan survei yang diadakan oleh SuperJob.ru, tidak ada kepanikan ataupun kekhawatiran di antara penduduk Russia. Bahkan para karyawan yang bekerja di kantor pertukaran dan bank sama sekali tidak menunjukan perhatian terhadap hal tersebut. Angka warga negara Russia yang menganggap ruble sebagai mata uang yang paling kuat tidak berubah selama tahun lalu.
Pada tahun 2013, sekitar 36% dari populasi yang aktif secara ekonomi bergantung pada ruble. Hanya 15% responden yang memilih dolar AS dan euro. Selain itu, 14% warga Russia memilih untuk menginvestasikan uang mereka pada mata uang asing, logam mulia, perhiasan, real estate, dan aset. Di samping itu, mereka menyimpan uang di bank atau mencoba menukarnya pada sejumlah mata uang lainnya secara bersamaan. Setelah krisis, kepercayaan konsumen terhadap ruble turun sebesar 7%, hingga saat ini, hanya 1 dari 3 Penduduk Federasi Rusia tetap menyimpan dalam bentuk mata uang nasional. Pada tahun 2009 rasio ini cukup tinggi, 1 dari 2. Dalam waktu dekat jumlah ini terlihat akan mengalami penurunan. Saat ini, para ekonom mengharapkan ruble Russia akan trading di 35 melawan dolar dan 46 melawan euro.