Cina mendukung kebijakkan memajukan yuan dalam pasar finansial dunia. Belakangan ini, negara oriental ini telah menandatangani sejumlah perjanjian pertukaran mata uang dengan Australia, Brazil, Selandia Baru, Singapura, Hong Kong, Argentina, Thailand, Malaysia, dan banyak negara lainnya. Sebagai langkah selanjutnya, otoritas Cina memasuki perjanjian yang hampir sama senilai CNY 200 milyar ($32,6 milyar) dengan Inggris.
Perjanjian tersebut merupakan yang pertama antara Cina dan negara dari G7. Perjanjian ditujukan untuk membantu Cina mencapai pertemuan Olympus financial. Menurut para ahli dari AS, hanya dalam 5-10 tahun yuan akan dapat menjadi paling tidak pesaing dolar, jika tidak mengantikannya. Dalam konteks ini, eksekusi perjanjian dengan negara yang mengeluarkan salah satu mata uang utama di dunia, tidak hanya memperkuat posisi yuan, namun juga memberikan keuntungan ekstra untuk mencapai yang paling terdepan.