Pembicaraan para bankir Irlandia yang dirilis dalam surat kabar The Irish Independent menyebabkan kritik dan penolakan keras dari Angela Merkel, Kanselir Jerman. Gurauan mengenai perilaku depositor dan eksekutif senior Jerman secara keseluruhan dianggap Merkel sebagai hinaan untuk seluruh masyarakat tenaga kerja; ia juga menyebut aktivitas semacam itu sebagai tindakan yang membahayakan demokrasi.
Para pejabat eksekutif dari Anglo Irish Bank menjadikan alasan bahwa krisis di 2008 menyebabkan bank tersebut mendapatkan aliran uang hingga berjuta-juta tiap harinya dan uang yang dialirkan oleh pemerintah karena situasi ekonomi yang ketat di negara tersebut tidak akan pernah dapat dikembalikan. Wacana tersebut ternyata menjadi skandal yang menarik. Perlu diingat bahwa pendanaan dari sistem perbankan menyebabkan kerugian warga Irlandia sebesar €30 miliar saat itu. Selain itu, dalam arah pembicaraan, salah satu eksekutif senior bank tersebut mengolok-olok depositor besar Jerman, dengan menyanyikan lirik dari lagu kebangsaan nasional Jerman «Deutschland, Deutschland uber alles» («Jerman di atas semuanya») yang berarti status simbol dari Third Reich (Reich Ketiga). Kini, baris lirik tersebut telah dihilangkan dari lagu nasional itu.
Insiden ini mendapatkan publisitas besar di seluruh dunia termasuk Jerman. Dalam pandangan masyarakat Jerman, isu-isu semacam ini dibahas tidak hanya oleh para bankir dari Irlandia, namun juga eksekutif finansial dari banyak negara lainnya.