Abrahamovich mengundurkan diri atas kehendaknya sendiri

Roman Abramovich, pria terkaya Chukotka, telah turun dari jabatannya sebagai deputi dan juru bicara Parlemen. Mantan pemilik perusahaan minyak Rusia Sibneft ini memangku jabatan sebagai pimpinan Parlemen daerah atas permintaan para perwakilan setempat di 2008, tepat setelah pengunduran diri gubernur sebelumnya. Perlu dicatat bahwa Mr Abramovich telah menjabat sejak 2000 hingga ia dipaksa mengundurkan diri oleh Presiden saat itu, Dmitry Medvedev. Namun, pejabat resmi mengumumkan bahwa pemilik klub Chealsea tersebut turun karena kehendaknya sendiri. Alasan untuk hal ini adalah adanya undang-undang baru yang melarang pegawai negeri, menteri dan deputi menyimpan dana, perhiasan dan aset-aset mereka di institusi-institusi keuangan luar negeri.
Sesuai dengan dokumen yang dipasang di situs web resmi Chukotka, penjelasan pengunduran diri adalah keinginan Roman Abramovich untuk mematuhi legislasi dan khususnya dengan Hukum Federal Federasi Rusia sejak 27 Juli 2004, No. 79-FZ. Para deputi Okrug Otonomi Chukotka menerima pengunduran dirinya pada rapat di Duma setempat. Di 2006, Abramovich telah mengajukan pengunduran dirinya sebagai kepala daerah tersebut dan posisi-posisi resmi lainnya di pemerintahan daerah Chukotka, namun Vladimir Putin menolak permintaannya. Para analis keuangan yakin bahwa milyarder tersebut memutuskan untuk fokus pada bisnisnya.