IMF memberikan kritik pada perubahan yang diperkenalkan oleh pemerintah Perancis. Dengan kegelisahaan akan resesi ekonomi lainnya, IMF meminta Presiden Perancis Hollande untuk memperlambat laju kebijakkan fiskal tahun depan. "Dengan adanya pemulihan yang masih meragukan, pemerintah harus memperlambat laju penyesuaian," dikatakan dalam pengujian kesehatan tahunan. Jika pertumbuhan ekonomi Perancis naik, hal tersebut akan mempengaruhi negara Uni Eropa lainnya. Menurut ekonom Perancis, yang juga tidak puas dengan aksi Hollande, kepala negara tersebut hanya berharap dan mengumumkan terlalu cepat bahwa krisis telah selesai. Perkiraan penganalisa IMF untuk tahun depan tidak terlalu menjanjikan. Contohnya, angka pengangguran diharapkan untuk naik ke 11,6% yang akan menghancurkan reputasi politisi, yang, menurutnya, membelokkan kurva pengangguran. Para ahli menyarankan Hollande untuk mengatasi masalah defisit anggaran dengan bantuan potongan pengeluaran sosial, bukan pajak baru. Di Perancis, bea cukai cukup tinggi dan merupakan hal masalah utama untuk menarik investor dan menciptakan lapangan kerja baru. Tahun yang akan datang seharusnya menjadi titik balik untuk negara. Untuk pertama kalinya dalam dua tahun, ekonomi diharapkan untuk kembali. Waktu yang akan menjawab apakah Presiden mampu mempertahankan indikatornya.