Operator wisata membatalkan seluruh perjalanan ke Mesir untuk bulan mendatang

Grup perjalanan dan pariwisata Jerman TUI dan cabang lokal dari British Thomas Cook mengumumkan bahwa mereka akan membatalkan seluruh perjalanan ke Mesir setidaknya hingga pertengahan September karena pecahnya kekerasan di negara tersebut, AFP melaporkan. Sebelumnya, pada 16 Agustus, Menteri luar negeri Jerman menyarankan Jerman untuk menahan diri atas kunjungan ke negara Afrika Utara ini.
Menteri luaar negeri dengan segera memberi tahu untuk menghindari pergi ke Kairo, pusat pariwisata di Mesir bagian hulu, termasuk Luxor dan Aswan, dan Delta Nil. Para wisatawan, telah mengamankan tempat mereka dibawah matahari, dan diberi peringatan untuk sangat berhati-hati. Para turis yang beristirahat di pantai Laut Merah bisa tinggal di sana karena situasi di daerah ini tenang. Meskipun demikian, masih ada kemungkinan kembalinya sedini mungkin dalam situasi dimana wisatawan akan menunjuk manager tur mereka.
Perusahaan mengatakan mereka mengamati dengan seksama situasi ini dan memiliki tugas darurat khusus yang tetap berhubungan dengan lembaga otoritas dan wisatawan lokal.
Pada hari terakhir Kementerian Luar Negeri dari beberapa negara memperingatkan warganya untuk menghindari melakukan wisata ke Mesir. Akibatnya, Mesir mungkin akan menghadapi krisis industri pariwisata. Sebagai contoh, Rusia menyarankan warganya untuk tetap tinggal di hotel, sedangkan agen wisata disarankan untuk menghentikan penawaran paket liburan ke Mesir. Dikatakan bahwa Rusia memiliki sekitar 50.000 orang, Inggris - sekitar 40.000, dan Irlandia - sekitar 19.000 wisatawan di wilayah Mesir yang sedang mengalami kekacauan.
Bentrokan antara polisi dan pemberontak yang mendukung Mohamed Morsi telah berlangsung selama tiga hari. Jumlah korban meningkat menjadi 600 orang.