Operator Telepon Genggam AS Menuntut Hak Untuk Memperdagangkan Data Pribadi

Beberapa perusahaan kabel dan telekomunikasi terbesar AS termasuk Comcast dan Verizon mengajukan gagasan untuk mengubah regulasi negara dalam lingkungan komunikasi mobile. Menurut The Financial Times, para operator telepon genggam akan mendapatkan kebebasan lebih dengan informasi pribadi pelanggan. Pendukung gagasan ini mengatakan bahwa tindakan ini akan menyederhanakan struktur regulasi lama yang tertinggal dengan laju perubahan lansekap media. Perusahaan-perusahaan media tradisional menghadapi larangan-larangan yang lebih ketat dibandingkan dengan para pesaing media yang baru meski layanan-layanan yang ditawarkan semakin sama. Hal ini akan memungkinkan perusahaan-perusahaan tradisional tersebut diperlakukan sama dengan Google dan Facebook, dan tidak seperti utilitas publik. Sebaliknya, kritik berdatangan dengan gagasan mendapatkan hak untuk menjual data pribadi.
Peralihan semacam ini berarti bahwa Komisi Perdagangan Federal (FTC) akan mengawasi operator-operator telepon genggam, bukan Komisi Komunikasi Federal, seperti saat ini. Para ahli mengatakan FTC yang telah membawa kasus-kasus privasi terhadap Google dan Facebook, adalah lembaga yang telah mencoba untuk menjadi penegak hak privasi yang efektif namun memiliki kuasa terbatas.
Informasi ini datang ditengah-tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai kebijakan privasi pemerintah setelah kebingungan yang ditimbulkan dari kebocoran informasi oleh Edward Snowden, mantan kontraktor untuk Badan Keamanan Nasional (NSA). Terutama setelah Google, Facebook, Apple, Microsoft, Skype, dsb diketahui menyediakan informasi pribadi pengguna kepada pemerintah AS. Sebelumnya disebutkan bahwa Verizon termasuk dalam perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah dalam rangka kerja program-program pengawasan.