Penelitian ini menemukan bahwa Norwegia dan Inggris Raya merupakan negara kaya bahan bakar yang paling hemat dalam penggunaan. Tahun 2008, Inggris mengemisi 0.22 kg gas rumah kaca per dolar dari PDB. Sedangkan untuk Norwegia, hanya sebesar 0.19 kg.
Peneliti menyatakan bahwa berinvestasi untuk pengembangan teknologi baru merupakan pengendali utama terhadap ekonomi efisien energi di Inggris Raya. Norwegia berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca dengan penggunaan pajak bahan bakar yang rendah dan kesadaran masyarakat terhadap populasi.
Namun, penulis memperingatkan bahwa dua negara ini akan menjadi yang teratas dalam daftar hanya dalam periode singkat. Alasan untuk hal tersebut cukup jelas. Ladang minyak dan gas Inggris di Laut Utara semakin berkurang, jadi hal ini akan memaksa Inggris untuk meningkatkan impor energi. Norwegia, pada gilirannya mencapai batas efisiensi energi menjaga struktur ekonomi saat ini. Musim gugur lali, dikatakan bahwa Oslo berencana untuk menggandakan retribusi perusahaan minyak untuk emisi gas rumah kaca, dari £21 hingga £45 per ton dari karbondioksida.
Laporan juga menyatakan bahwa negara kaya bahan bakar tidak cenderung untuk berhemat. Negara yang paling boros adalah Arab Saudi, Russia, Iraq, dan Afrika Selatan.
Ladang utama Norwegia dan Inggris terletak di Laut Utara. Eksplorasi yang luas dilakukan pada 1970-an, sementara puncaknya tercatat di tahun 1999, ketika volume dasar 2.7 juta barrel per hari. Total inventori minyak mentah Inggris Raya 3.1 milyar barrel, sementara Norwegia 5.32 milyar di tahun 2012.