Kerugian Banjir Global

Alam melawan ekonomi dunia. Banjir global menyebabkan kerusakan yang semakin besar dan mengakibatkan pengeluaran yang lebih besar untuk pemerintah-pemerintah dunia. Para ahli Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyampaikan laporan terkait proyeksi dampak keuangan terbesar bencana alam yang terjadi dalam 100 tahun terakhir. Dampak terparah bencana alam melanda Miami, New York, New Orleans dan beberapa kota besar di Cina dan Jepang. Para ahli memperkirakan kerusakan di 136 kota pesisir pantai. Menurut mereka, jumlah total aset yang disapu oleh banjir setiap tahunnya diperkirakan mencapai $6 miliar. Namun, mengingat perubahan iklim global, angka tahunan ini diperkirakan akan mencapai $52 miliar di 2050. Tiga kota AS yaitu Miami, New York, dan New Orleans adalh kota-kota yang menanggung kemalangan bencana alam atau 31% dari total potensi kerusakan. Guangzhou Cina dengan 41% menempati urutan pertama peringkat kerugian finansial diikuti oleh Mumbai dan Calcutta. Amsterdam adalah kota yang paling aman dari banjir, sementara Ho Chi Minh di Vietnam diperkirakan sebagai kota yang paling rentan banjir. Saint Petersburg Rusia tidak termasuk dalam daftar tersebut karena menurut para ahli ekologi Rusia, banjir yang disebabkan oleh naiknya level permukaan air laut bukan ancaman bagi Rusia. Banjir juga disebabkan oleh hujan lebat yang berkepanjangan. Saat ini, negara-negara di Timur Jauh yang mengalami jenis banjir tersebut.