Techworm melaporkan pada 2 Agustus bahwa situs resmi Korps Militer AS telah diretas oleh Militer Elektronik Suriah (SEA). Pada homepage SEA, para peretas tersebut memasang pesan yang dialamatkan untuk marinir AS. Surat tersebut mendesak Marinir AS untuk mengabaikan perintah dan "berkonsentrasi pada alasan bahwa setiap prajurit bergabung dengan militer adalah untuk mempertahankan tanah air." Para peretas tersebut juga menekankan bahwa "Obama adalah seorang pengkhianat yang ingin menempatkan hidup anda dalam bahaya untuk menyelamatkan pemberontak Al Qaeda." Surat tersebut juga menampilkan gambar beberapa pria berseragam militer AS dan memegang tanda seperti," Saya tidak akan berjuang untuk Al Qaeda di Suriah," dan "aku tidak bergabung dengan Korps Marinir untuk memperjuangkan Al Qaeda dalam perang sipil Suriah." Pada saat penulisan artikel ini, situs Korps Marinir Marines.com masih menunjukkan laman deface.
Perang Sipil di Suriah pecah pada tahun 2011. Otoritas AS dan negara barat lainnya mengumumkan beberapa kali bahwa niat untuk menerapkan kekuatan militer terkait dengan rezim Suriah saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Bashar Assad. Setelah lembaga intelejen AS meraih informasi mengenai penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Damaskus terhadap masyarakat setempat, Presiden AS Barack Obama menyatakan tekadnya untuk melakukan operasi militer. Namun, Obama tidak berhak mengambil keputusan seorang diri mengenai serangan militer. Isu intervensi ini akan diputuskan oleh Kongres melalui voting dalam waktu dekat.
SEA pertama kali dikenal di April 2011. Sejak itu, anggota SEA melakukan beberapa serangan cyber pada situs-situs terkemuka seperti BBC, CNN, The Financial Times, dan Human Rights Watch. Di Agustus 2013, SEA berhasil melumpuhkan situs The New York Times selama beberapa jam. Mereka juga meretas domain pendaftaran jejaring sosial Twitter. Para anggota SEA mengelompokkan diri mereka sebagai pendukung kampanye Presiden Suriah Bashar Assad terhadap keterlibatan militer asing dalam perang sipil di kawasan Suriah.