Dow Jones Industrial Average yang memiliki 30 komponen dalam perusahaan ternama AS melewati perbaikan yang paling signifikan sejak 2004, Indeks S&P Dow Jones diumumkan pada 10 September.
Bank of America, Hewlett-Packard dan Alcoa telah mengalami penurunan. Goldman Sachs, Visa dan Nike akan menggantikan mereka.
Menurut Wall Street Journal, alasan penyesuaian ini adalah harga saham yang rendah dari komponen-komponen yang menyimpang, dan adanya diversifikasi dari perwakilan sektor dan grup industri. Keganjilan Dow Jones adalah sahamnya yang terdiri dari harga tertinggi dari perusahaan AS, namun tidak sesuai dengan kapitalisasi pasar mereka.
Sekuritas dari perusahaan yang keluar tidak memenuhi kriteria indeks S&P Dow Jones. Pada 10 September, saham Alcoa naik hampir mendekati $8, h-P naik menjadi $22,2, saham Bank of America naik menjadi $14,6 per saham. Dibandingkan dengan 11 September, kuotas Visa naik menjadi $184, Nike naik hingga $66, dan Goldman Sachsmasing-masing naik menjadi $165.
Indeks S&P Dow Jones tidak termasuk Google dan Apple pada chanced indeks, yang sahamya diperdagangkan diatas $500. Bloomberg mengutip David Blitzer, direktur perencanaan dan ketua komite indeks di Indeks S&P Dow Jones, yang mengatakan bahwa harga saham mereka terlalu tinggi.
S&P Dow Jones khawatir bahwa tingginya harga bisa mengubah indeks Dow dan membuatnya tidak representatif.
Indeks yang diperbarui akan terdiri dari lima perudahaan industri finansial dan lima industri keuangan. Dow Jones Industrial Average berdiri sejak 1896. Indeks tersebut dianggap sebagai barometer kondisi perekonomian AS. Dalam beberapa tahun terakhir, para investor lebih fokus pada indeks S&P 500 yang representatif lebih fleksibel, yang terdiri dari komponen-komponen dengan kapitalisasi pasar tertinggi.