Perdana Menteri Inggris David Cameron menyinggung salah satu isu terpenting dalam pidato terbarunya. Isu tersebut adalah lumpuhnya pemerintah AS. Politisi asal Inggris tersebut melihat adanya ancaman nyata tidak hanya untuk ekonomi AS namun juga untuk ekonomi global. Ekonomi AS yang menjadi acuan memberikan pengaruh besar terhadap banyak aspek ekonomi dan politik terkini di dunia. Dan jika para analis Eropa baru-baru ini membahas pulihnya ekonomi yang belum menyeluruh dari krisis keuangan global, maka kini lumpuhnya otoritas AS dapat melemahkan pertumbuhan ekonomi dunia. "Ini adalah resiko untuk ekonomi dunia jika AS tidak dapat merampungkan rencana anggaran dan pengurangan defisitnya dengan baik," Cameron mengatakan. Peristiwa di Washington, menurut PM Inggris harus menjadi contoh dan pengingat bahwa merencanakan sistem anggaran pemerintah dengan akurat dan baik adalah penting. Selain itu, para ekonom menyarankan dibangunnya rencana pengurangan defisit anggaran dan pajak sebelum kasus semacam ini terjadi. "Saya tahu beberapa orang ingin menghindari wacana pengurangan defisit anggaran dan mengatasi permasalahan-permasalahan serta membalikkan keadaan ekonomi. Namun, saya berpendapat kita akan banyak diingatkan selama beberapa bulan mendatang, seperti yang terjadi di Amerika dan sangatlah penting bagi kita untuk mengingatnya," Cameron menambahkan. Sementara itu, 800.000 pegawai pemerintahan federal AS menghadapi cuti yang tidak terbayarkan karena lumpuhnya pemerintahan Amerika disebabkan oleh pemberontak di Kongres yang tidak meloloskan anggaran. Kejutan semacam ini kemungkinan akan mempengaruhi permintaan dan belanja konsumen, dan sebagai akibatnya menurunkan PDB.