PBB Meminta Negara Anggota untuk Membayarkan Hutang

Krisis finansial global 2008 masih menjadi alasan untuk seluruh masalah ekonomi. Sampai saat ini telah berjalan selama 6 tahun sejak terjadinya krisis ekonomi, namun, tekanan menyerang ekonomi sampai saat ini. Sumber mengatakan bahwa mayoritas negara gagal memenuhi kewajiban finansialnya pada PBB karena krisis ini. Menurut data resmi, di pertengahan bulan ini, 193 negara yang merupakan anggota PBB wajib membayar kontribusi keanggotaan. Untuk lebih tepatnya, 33 negara belum membayarkan kewajibannya, 101 negara telah berkontribusi sebagian pada organisasi, dan 59 anggota tidak membayar biaya sama sekali. Dilengkapi dengan catatan resmi, perhitungan besar anggota PBB menutup biaya yang berhubungan dengan operasi perdamaian, tribun internasional, dan pekerjaan renovasi di markas PBB di New York. Pada 1 Oktober, hutang menanjang sampai $975 juta. Negara utama dengan perhitungan yang tidak terbayar adalah AS, kemudian Brazil, dan Venezuela dengan masing-masing $795 juta, $75 juta, dan $22 juta. Oleh karena itu, 56 negara anggota lainnya berhutang dengan PBB senilai $53 juta. Volume pribadi pendanaan ditetapkan oleh Jenderal PBB yang mempertimbangkan level pengembangan ekonomi dan populasi negaran anggota PBB.