Batu Bara akan Menjadi yang Utama

William Durbin dari Woon Mackenzie yang memberikan penelitian dan layanan konsultasi mendunia mengeluarkan perkiraan yang menunjukkan bahwa batu bara akan menjadi sumber daya energi utama di tahun 2020. Menurut para ahli WoodMac, bahan bakar ini melebihi minyak dalam waktu enam tahun dari sekarang. Laporan juga mengatakan bahwa di akhir dekade konsumsi batu bara akan berjumlah sekitar 4,5 milyar ton setara dengan minyak, sementara permintaan untuk emas hitam hanya akan berada di sekitar 4,4 milyar. Bahkan statsistik 2010 mengenai permintaan bahan bakar menunjukkan bahwa batu bara meningkatkan popularitas. Untuk perbandingan, pada saat minyak sulit melebihi rivalnya menunjukkan 4 milyar ton melawan batu bara 3,6 milyar. Selain itu, di tahun 2000, penggunaan batu bara sebagai pembangkit energi utama naik sebanyak 1,3 milyar ton.
India dan Cina masih menjadi konsumen terbesar, contohnya, mengendalikan dua per tiga dalam konsumsi batu bara. William Durbin tidak ragu bahwa negara tersebtu terus menggunakan bahan bakar ini karena biaya yang rendah dan kemudahannya. Di tahun 2020, konsumsi listrik di RRC akan mendorong sampai 8.600 TW dibanding 5.000 TW belakangan ini. Perbedaan 46% ditujukan untuk menutup biaya batu bara. Untuk situasi di negara berkembang, permintaan batu bara didukung oleh selisih dalam legislasi dan biaya bahan bakar. Menurut Wood Mackenzie, perubahan ke sumber daya energi tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat. Sebagai pelengkap dengan perkiraan lembaga energi internasional di tahun 2017, saham bahan bakar campuran energi global akan setara dengan minyak.