Permasalahan utang As yang besar membuat negara-negara lain mengambil pelajaran dari masalah tersebut dan memeriksa keadaan utang mereka sendiri. Sebagai langkah pertama, negara-negara UE memutuskan untuk melunasi jumlah total utang mereka. Beberapa laporan menunjukkan bahwa gabungan utang negara-negara Zona Euro mencapai €8,65 triliun. Jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto, jumlah utang tersebut setara dengan 93,4% dari nilai PDB tahunan. Meski menurut badan statistik Eurostat, beban utang negara-negara Eropa mencapai hampir 90% beberapa bulan lalu. Setelah seluruh data dirillis, surat utang tiap negara dinilai secara terpisah. Peringkat pertama pinjaman aset uang tunai adalah Yunani; utang negara ini mencapai 169% PDB. Peringkat selanjutnya ditempati oleh Italia dengan rasio 133,3%. Utang Portugal 131,1% PDB. Irlandia menempati peringkat keempat dengan jumlah utang sebesar 125,7% PDB tahunan. Kenaikan terbesar beban utang tercatat di Siprus. Utang pemerintah Siprus naik dari 87,5% menjadi 98,3% sebagai hasil dari pinjaman yang lewat jatuh tempo dari mitra-mitra bisnis zona euro dan IMF. Sebaliknya, Jerman unggul dari negara-negara penerima pinjaman dengan catatan kredit yang buruk. Jerman berhasil mengendalikan utangnya dan bahkan menguranginya hingga 0,7% menjadi 79,8%. Sekali lagi, Jerman membuktikan diri sebagai negara penerima pinjaman yang dapat diandalkan. Sementara itu, status utang Spanyol jauh lebih buruk. Utang nasional terus meningkat, meski pemerintah Spanyol telah mengambil langkah-langkah untuk memotong anggaran publik. Di Juni 2013, utang Spanyol mencapai rekor tertinggi sebesar €942,8 miliar yang setara dengan 92,2% PDB.