Dengan mengutip SNL Financial dan Bernstein Reserach, The Wall Street Journal melaporkan bahwa bank-bank AS dapat membayarkan pembayaran hipotek sebesar $107 miliar yang berasal dari krisis keuangan. Jumlah ini termasuk jumlah pembayaran sebesar $66 miliar yang telah disepakati oleh enam bank-bank terbesar AS sejak 2010. Bank of America yang akan membayarkan bagian terbesarnya yaitu $43,9 miliar, Wells Fargo setuju untuk membayar $9,2 miliar, dan J.P. Morgan siap memberikan $7,8 miliar. Citigroup wajib membayarkan $4,3 miliar, Goldman Sachs akan berkontribusi sebesar $921 juta, dan Morgan Stanley akan memberikan $330 juta.
Baru-baru ini, JP Morgan telah setuju untuk membayar $13 miliar untuk biaya hukum tahun ini. Menurut Bernstein Research, bank tersebut harus memberikan tambahan $8-16 miliar. Pembayaran tambahan Bank of America diperkirakan sebesar $10 miliar, dan Citigroup mendekati $2 miliar.
Di Agustus, Bloomberg merilis sebuah laporan mengenai pengeluaran beberapa bank terbesar dalam pembayaran terkait hipotek dan krisis. Lembaga tersebut mengatakan di 2008-2013, bank-bank tersebut menghabiskan $103 miliar. Untuk biaya hukum mencapai $56 miliar dan bagian lainnya merupakan kompensasi investor. Bank-bank AS dituduh menyesatkan para investor dengan penjualan obligasi hipotek.
Secara keseluruhan, permasalahannya adalah bahwa organisasi-organisasi keuangan mengetahui rendahnya kualitas sekuritas yang dijual, namun mengenalkan mereka sebagai aset-aset yang berimbal hasil tinggi. Selanjutnya, ketika AS tidak mampu membayarkan kembali pinjaman hipotek secara masal, nilai obligasi Treasury mulai turun dan pemerintah menilai bahwa ini adalah salah satu alasan terjadinya krisis keuangan di 2008.