Minyak akan mengalami guncangan permintaan

Seluruh dunia telah terbiasa dengan berita suram tentang meningkatnya utang AS, melemahnya Greenback, dan sebagainya. Prediksi terbaru yang mengkhawatirkan adalah keruntuhan AS yang akan terjadi serta pasar minyak global.

Menurut para analis, pasar minyak global akan segera mengalami penurunan dan AS akan menjadi yang pertama menghadapi bencana tersebut. Meskipun mengalami pukulan telak, AS tidak akan membiarkan kuotasi mencapai level sebelum krisis baik tahun ini maupun tahun depan. Martin Fraenkel, presiden S&P Global Platts, memperkirakan bahwa pada akhir tahun 2020, permintaan minyak global dapat turun hingga 8 juta barel per hari. Ini akan menjadi kontraksi yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Saat ini, terlepas dari kesepakatan OPEC+, permintaan minyak sangat rendah. Ada banyak faktor yang menghentikan konsumsi minyak.

Para ahli di OPEC juga setuju dengan teori ini. Selain itu, mereka telah merevisi turun prakiraan permintaan minyak mereka di tahun berikutnya. Para ekonom menekankan bahwa produsen minyak, termasuk AS, sangat rentan terhadap berbagai faktor. Permintaan minyak global turun di tengah berbagai tindakan penahanan sementara cadangan minyak meningkat.