AS mencari sekutu untuk hentikan Nord Stream 2

AS dan Rusia terus berselisih atas masa depan proyek Nord Stream 2. Pemerintah AS sangat menyadari bahwa mereka membutuhkan sekutu yang kuat untuk menghentikan pembangunan pipa Nord Stream 2. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, memperburuk situasi, dengan mengatakan bahwa Washington berusaha menciptakan koalisi negara-negara untuk menghentikan Nord Stream 2.

"AS percaya pipa Nord Stream 2 menciptakan risiko bagi Eropa dengan menjadi bergantung pada gas yang keluar dari Rusia serta mengancam Ukraina, sesuatu yang setahu saya sangat diperhatikan oleh banyak warga Jerman," ujar Pompeo. "Kami berharap pipa Nord Stream 2 tidak akan selesai. Kami tengah bekerja untuk memastikan kami membangun koalisi guna mencegah hal itu terjadi," tambahnya. Ia juga berpendapat bahwa situasi sehubungan dengan blogger Rusia, Alexey Navalny, tidak dapat diterima dan tidak dapat diabaikan. Menurut dokter dan ahli militer Jerman dari Swedia dan Prancis, Navalny diracun dengan zat dari kelompok agen saraf Novichok. Sebagai tanggapan, Rusia mendesak Berlin untuk menggunakan penilaiannya sendiri atas Nord Stream 2 dan tidak tunduk pada tekanan AS. "Setelah serangan senjata kimia yang terjadi di Salisbury ini, bersama dengan sekutu kami yang lain, kami melawan, kami menghukum Rusia dengan sanksi berat. Kami ingin dunia mengetahui bahwa penggunaan senjata kimia tidak dapat diterima dan tidak akan ditoleransi oleh negara-negara seperti kami yang menghargai peraturan hukum," ujar Pompeo. Ia menunjukkan bahwa AS juga akan memberikan tanggapan jika penyelidikan tersebut mengkonfirmasi keracunan Navalny.

Saat ini, ketegangan seputar Nord Stream 2 tengah meningkat. Jerman tetap menjadi satu-satunya sekutu kuat Rusia. Namun, negara ini kini berada dalam posisi yang sangat sulit ketika harus memilih antara hukum internasional dan keuntungan ekonomi. Nampaknya Jerman ragu-ragu dan AS yakin akan memanfaatkannya.