Huawei meningkatkan investasi di sektor teknologi China

Perusahaan milik negara China, Huawei, yang reputasinya di pasar luar negeri telah sangat tercemar oleh skandal spionase, telah merevisi strategi pemasarannya karena sanksi AS. Dikabarkan, Huawei telah membeli saham di sejumlah perusahaan teknologi China guna mendongkrak pendapatannya yang menyusut secara signifikan akibat sanksi dan eskalasi ketegangan perdagangan.

AS selalu mengutamakan hak dan kebebasan warga negara. Oleh karena itu, ketika ternyata Huawei bukanlah perusahaan komersial melainkan cenderung seperti salah satu divisi dari badan intelijen pemerintah China yang bergerak di bidang spionase, maka Departemen Perdagangan AS memasukkannya ke dalam daftar hitam. Skandal mata-mata memberikan pukulan keras bagi perusahaan ini karena Huawei kehilangan akses ke sejumlah chip smartphone yang diproduksi di AS. Pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan bahwa peralatan ini dapat digunakan oleh Beijing untuk memata-matai. Dalam upaya menjaga produksi tetap berjalan, Huawei telah membeli saham di berbagai perusahaan teknologi China sejak Agustus 2019. Perusahaan ini percaya bahwa strategi itu akan membantunya untuk membeli lebih banyak chip dalam waktu dekat. Dorongan investasi Huawei juga bertepatan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan sektor semikonduktor China yang tertinggal dari produsen chip besar di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Taiwan. Sebagian besar kesepakatan investasi Huawei dilakukan di sejumlah start-up China terkait chip. Beberapa di antaranya telah menjadi bagian dari rantai pasokan Huawei.

Saat ini, raksasa teknologi China tersebut telah menandatangani kesepakatan dengan Vertilite, Shoulder Electronics, 3Peak, dan 14 perusahaan lainnya. Pangsa Huawei di perusahaan-perusahaan ini hanya mencapai 5–10%.