Mengapa Harga Telur Naik di Rusia?

Harga telur akan dianggap sebagai hal yang biasa dalam pertukaran saham. Di tengah program penurunan nilai user dari kategori makanan ini, diputuskan untuk menjual telur dalam komoditas. Evgeny Serdyukov, direktur pertukaran komoditas St. Petersburg mengharapkan kontrak ini akan diluncurkan tahun depan. Memang benar, bursa komoditas telah melakukan trading secara aktif dengan gandum, kacang kedelai, jagung, dan kapas; namun, melakukan dalam produk pertanian di komoditas masih baru akan terjadi di Rusia. Serdyukov menjelaskan bahwa produsen maupun konsumen menghadapi masalah bahwa harga secara virtual sulit di perkirakan. Bahkan analis yang berpengalaman tidak mampu menentukan target harga yang terpercaya dan untuk memastikan pelaku pasar dari kenaikkan harga yang tidak pasti dalam situasi bisnis di Rusia yang parah. Ekonom yakin bahwa perkiraan ini tidak mendukung konsumen pribadi dari kenaikkan harga yang direncanakan. "Ini akan menjadi eksperimen menarik. Sementara itu, saham pada pasar biji-bijian mengurangi pengaruh pada harga," Alexander Abramov, profesor dalam pasar saham dan investasi dari sekolah ekonomi mengatakan. Di saat yang sama, ia setuju bahwa penyesuaian harga telur yang besar sulit diperkirakan. Namun, sejumlah ekonom yakin bahwa pasar makanan harus dikembangkan, namun lebih baik memulai dengan gula dan saham pangan ternak. Belakangan ini, otoritas antitrust Federal memperhatikan masalah naiknya harga telur. Agen statistik Rusia melaporkan kenaikkan harag sebanyak 19% mulai tahun ini; harga telur wilayah Kaliningrad naik 30%. Agenmenganggap bahwa harga telah naik karenanaiknya makanan untuk ayam betina, penyesuaian harga musiman, dan margin retail. Otoritas antitrust juga membeirkan kemungkinan terbuka untuk kolusi produsen apapaun dalam penetappan harga telur.