Saham Mechel Rusia Turun 47%

Bursa ECB mencatatkan penurunan tajam untuk saham Mechel, salah satu produsen baja dan batu bara terkemuka dunia. Saham perusahaan tersebut turun tak terduga. Nilai sekuritas turun 47,2% di bursa Moskow. Selain itu, saham Mechel turun 40% di pembukaan sesi trading pada New York Merchantile Exchange. Saat penutupan trading di Moskow, volume trading Mechel naik besar dan saham-sahamnya diperdagangkan di RUB 50,7 per lembar. Masih sulit untuk menerima penurunan besar ini. Sementara itu, perwakilan Mechel belum merilis perkiraan apapun atau berita perusahaan mengenai penyebab jatuhnya nilai saham. Sejumlah analis berasumsi bahwa resiko kredit yang terlalu tinggi adalah penyebabnya. Menurut standar US GAAP pada 31 Maret, total utang raksasa tambang global tersebut mencapai $9,3 miliar, sementara utang bersih (net debt) tanpa aset uang tunai setara dengan $9,2 miliar. Perusahaan Rusia dengan utang yang besar ini belum memberikan pernyataan sejauh ini namun menyatakan bahwa penyebab hal ini murni spekulatif. Juru bicara perusahaan yang tidak diketahui namanya menyatakan bahwa pembicaraan dengan bank mengenai perjanjian bersama dan restrukturisasi utang berjalan dengan sukses dan perusahaan berharap pembicaraan tersebut akan berakhir di akhir November. Tidak ada hal negatif yang terjadi dalam perusahaan. Perlu dicatat bahwa OAO Mechel adalah perusahaan tambang dan metalurgi terkemuka di dunia. Pegawainya mencapai 80.000 orang. Produksi perusahaan dipasok ke Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara dan Selatan. Perusahaan tersebut memproduksi batu bara, bijih besi, baja nikel, produk baja canai, perangkat dari besi, bara dan daya listrik. Perlu juga diingat bahwa baru-baru ini, CEO Mechel Igor Zyuzin bertemu dengan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev.