Virus corona telah memutuskan untuk memperpanjang liburannya di Jerman. Negara ini kembali memecahkan anti-rekor karena semakin banyak orang yang tertular virus mematikan tersebut. Pemerintah sudah mempertimbangkan untuk memberlakukan kembali lockdown nasional. Oleh karena itu, warga sekitar yang masih ingat dengan jelas penutupan pertama bergegas ke toko untuk membeli barang kebutuhan pokok.
Cukup menggelikan, selama gelombang pertama pandemi, tissue toilet menjadi barang yang paling populer diseluruh dunia. Tampaknya saat ini barang tersebut memiliki rival. Di Jerman, para warga mulai memburu ragi. Permintaan kedua produk ini meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Para ahli di Kantor Statistik Federal melaporkan lonjakan tajam dalam penjualan barang-barang ini. Pada pertengahan Oktober, penjualan mereka melonjak 90% dibandingkan angka sebelum pandemi. Data menunjukkan bahwa konsumen takut kekurangan dan lebih suka menimbun barang. Selain tissue toilet dan ragi, masyarakat Jerman juga menyimpan tepung dan sabun. Namun, lembaga tersebut tidak merinci jenis ragi yang dicari Jerman. Beberapa ekonom membuat lelucon bahwa dengan meningkatnya ketegangan di antara orang-orang di Jerman, ada kemungkinan besar bahwa ini adalah ragi untuk membuat bir.
Namun, Jerman tidak sendiri dalam kecemasan mereka. Masyarakat diseluruh dunia saat ini secara aktif membeli makanan, khawatir bahwa gelombang kedua pandemi akan merusak perdagangan global. Pandemi mengganggu rantai pasikan antara petani dan pengusaha, yang sebelumnya menyebabkan pengosongan rak di toko-toko secara global.