Saham Apple Inc. jatuh setelah perusahaan tersebut melaporkan penurunan tajam penjualan iPhone di China karena permintaan jauh dari ekspektasi para analis. Menurut data pasar NASDAQ, saham Apple kehilangan 4,2% sekaligus hanya dalam satu sesi perdagangan. Semuanya berjalan lancar selama sesi utama dan harga bahkan naik sebesar 3,7%, menjadi $115 per saham. Namun, Apple mengakhiri perdagangan dengan penurunan besar. Akibatnya, kapitalisasi pasar raksasa teknologi tersebut terpangkas sebanyak $83 miliar. Penyebab utama yang memicu penurunan ini adalah laporan pendapatan yang dirilis Apple. Menurut laporan tersebut, di China, salah satu wilayah target utama perusahaan ini, penjualan iPhone turun 29% menjadi $7,9 miliar. Jelas, pasar langsung bereaksi terhadap berita tersebut. Secara khusus, total pendapatan perusahaan ini pada kuartal ketiga sebenarnya telah melampaui ekspektasi para analis dan mencapai $64,7 miliar. Namun, data suram dari China lebih berdampak pada pasar.